Penantian,
semakin hampir waktunya,
semakin jauh terasa,
berakhir hari bukan penutup waktu,
tidur malam hanya rehat seketika.
Kecamuk,
takut menanti waktu,
teruja menunggu masa,
lambat kan lah hari,
cepatkan lah esok,
risau, tapi hati tak sabar.
Satu,
engkau yang pertama,
pengukur si dua,
indah kah dunia,
cerahkah sinarnya.
Hidup,
satu, dua, menunggu tiga,
hidupku bukan milik ku,
hidup kita bukan hak,
pinjaman, ujian.
Esok,
akan kunanti dengan sabar,
akan kutempuh tiba masa,
tiada solalan tanpa jawapan,
tiada masalah tanpa penyelesaian,
tidak akan diberi kesusahan,
tanpa kita mampu mengharunginya.
semakin hampir waktunya,
semakin jauh terasa,
berakhir hari bukan penutup waktu,
tidur malam hanya rehat seketika.
Kecamuk,
takut menanti waktu,
teruja menunggu masa,
lambat kan lah hari,
cepatkan lah esok,
risau, tapi hati tak sabar.
Satu,
engkau yang pertama,
pengukur si dua,
indah kah dunia,
cerahkah sinarnya.
Hidup,
satu, dua, menunggu tiga,
hidupku bukan milik ku,
hidup kita bukan hak,
pinjaman, ujian.
Esok,
akan kunanti dengan sabar,
akan kutempuh tiba masa,
tiada solalan tanpa jawapan,
tiada masalah tanpa penyelesaian,
tidak akan diberi kesusahan,
tanpa kita mampu mengharunginya.