Perjalanan

Kukenal hatiku,
bagai si pengukir dengan urat kayunya,
si nelayan dengan jalanya,
tapi bila hatiku disapa,
aku terkesima, hatiku terpersona.
Sekali tersapa hati terpalit,
hilang dimata hati tertanya,
jalan meredah tebing yang lecak,
menuju jambatan adakah didepan?
Jambatan dituju kaki berlumpur,
tersilap menapak jatuh terduduk,
bingkas bangun terus berlari,
hati melangkau upaya kaki.
Hujung jambatan kaki terpaku,
mulut kelu hati tersipu,
akal mengerti apa dituju,
padang hijau destinasi hatiku.

Pelawak Durja

Makhluk kecil yang korup

No comments:

Post a Comment

Instagram